topbella

Senin, 26 Desember 2011

Cerita Pendek


Garis lurus dan satu Lingkaran
Felenna Alzahra Dyne, itu nama lengkapnya. Cewek cantik plus tajir yang lahir di Negara tetangga alias Singapore itu kini duduk dibangku Sekolah Menengah Atas kelas dua belas yang ada di ibukota, salah satu sekolah favorite juga sih.
Elenna salah satu murid kesayangan kepsek di sekolah, dia juga termasuk anak famous yang banyak ditaksir kakak kelas. Ya maklum sih, selain cantik, tajir, dan punya tubuh oke banget, Elenna juga mempunyai segudang prestasi. Dia langganan jadi juara kelas dan selalu menang ketika mengikuti olimpiade matematika atau bahasa inggris.  Tapi walaupun begitu, tak ada satu cowok pun yang sampai sekarang berhasil mendapatkan hatinya, karena menurutnya, tidak ada cowok yang mampu membuatnya terpesona, ia selalu menganggap dirinyalah yang paling sempurna.
Dilain sisi, ada seorang cowok bernama Ferdian Renaldo, ia sering dipanggil Aldo. Aldo nggak beda jauh dengan Elenna, sama pintar, sama kaya, dan sama-sama mempunyai sikap sombong dan merasa dirinya paling ‘wow’ dimata semua orang. Lalu bagaimana jika mereka berdua dipertemukan? Yap, memang itulah konflik awalnya.
Aldo pindah ke sekolah Elenna dengan alasan sekolah-sekolah didaerah Bali tidak sebagus di Jakarta. Umm mengapa baru beranggapan sekarang ya? Padahal, Aldo sudah lama tinggal di Bali dan mengenyam pendidikan disana. 
Sampai suatu ketika Elenna dan Aldo terpaksa harus bekerja sama demi mengurus pensi yang ditugaskan oleh kepala sekolah. Namun, mereka sangat sulit bekerja sama karna keduanya segan untuk meminta bantuan satu sama lain. Berulang mereka melakukan debat dan sering berselisih paham. Sampai akhirnya Elenna tau sesuatu tentang Aldo!
          ALDO SI ANAK BARU YANG KATANYA KEPINTERAN INI TERNYATANGGAK BISA MEMBUAT GARIS LURUS! kok bisa sih? boleh percaya boleh tidak, namun inilah kenyatannya. Elenna mengetahui itu tanpa seengaja, ketika Aldo diminta membuat mading untuk kepentingan pensi di ruang OSIS, ia malah kebingungan dan keringetan cuma karna nggak bisa membuat satu garis lurus, padahal sudah ada mistar di meja kerjanya. Namun entahlah.. si anak baru ini tetap saja tidak bisa membuat.
Ketika tahu, Elenna meledek Aldo habis-habisan. Tapi Aldo diam saja karna ia tak bisa memungkiri, bahwa sampai sekarang ia tetap tak bisa membuat garis lurus. Padahal sudah berulang kali ia memanangkan olimpiade-olimpiade matematika.
Setelah puas, Elenna akhirnya bersedia menghentikan ledekannya dan mencoba lebih serius untuk mengurusi masalah pensi, dan ia meminta Aldo untuk membuatkannya satu buah lingkaran. Karna Aldo menganggap ini hal biasa, ia tak mau membuatkan lingkaran untuk Elenna, Aldo malah menyodorkan sebuah koin dan penggaris berbentuk lingkaran yang besar. Aldo menyuruh Elenna untuk membuat lingkaran sendiri.
Tetapi Elenna malah diam dan terlihat tak tahu ingin melakukan apa. Aldo ikut bingung dan bertanya mengapa Elenna seperti ini? Akhirnya Aldo memaksa Elenna untuk membuat satu lingkaran menggunakan koin hanya untuk latihan terlebih dahulu. Namun tangan Elenna malah gemetar dan tak bisa melakukan itu. Akhirnya ia mengakui, bahwa dirinya juga mempunyai kelemahan yang dapat membuat orang lain perpekik, bahwa ia TIDAK DAPAT MEMBUAT LIGKARAN Aldo cekikikan mendengarnya, dan seakan tak mau kalah, ia juga meledeki Elenna habis-habisan.
Dari dua kejadian itu mereka tersadar, bahwa tak ada manusia yang sempurna. Sepandai-pandainya, secantik-cantiknya, setampan-tampannya, sekaya-kayanya manusia pasti mempunyai kelemahan. Elenna dan Aldo akhirnya tertawa terbahak-bahak jika mengingat kejadian ini. Lalu mereka berdua berjanji, untuk berhenti menjadi orang yang sombong dan selalu menganggap dirinya seseorang yang paling sempurna.



CREATIVE BY:
SANTY WULANDARI, 14 tahun.

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Santy Wulandari
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
179Jhs! :) follow me on twitter @shantywul
Lihat profil lengkapku